Rabu, 14 November 2012

Revisi Kurikulum Pendidikan akan Dievaluasi Publik



GRESIK- Draf revisi kurikulum yang diajukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh sudah mendapat persetujuan dari Wakil Presiden (Wapres) Boediono. Maka, selanjutnya pemerintah akan meminta evaluasi dari masyarakat mengenai revisi tersebut.  
M Nuh mengatakan, dia sudah mengajukan draf revisi kurikulum tersebut ke Wapres dan mendapat persetujuan atas revisi tersebut. Wapres meminta draf itu harus dipresentasikan dalam sidang kabinet sehingga mendapat masukan dari kementerian lain, terutama Kementerian Agama (Kemenag) yang membawahi pendidikan agama.
 
M Nuh menambahkan, selanjutnya kementerian akan meminta masukan dari masyarakat selama dua hingga tiga minggu agar pada tahun ajaran baru nanti kurikulum baru tersebut sudah dapat diterapkan. Dalam uji publik, ini masyarakat dapat memberikan pandangan tentang bagaiman implementasinya. Selain itu, uji publik juga dapat menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat sehingga masyarakat pun mempunyai rasa memiliki yang kuat.
 
Pemerintah akan mencari pilihan dari beberapa alternatif penerapan. Pertama, dipilih beberapa kelas di seluruh Indonesia sebagai pilot project. Kedua, diterapkan hanya di beberapa sekolah atau pada jenjang tertentu namun secara merata di seluruh Indonesia. “Pada 2016 kurikulum baru ini bisa diterapkan secara utuh (nasional),” kata M Nuh di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta Selatan, Selasa 13 November.
 
Dia menerangkan, revisi kurikulum yang paling menjadi perdebatan panjang ialah di jenjang SD. Namun, tim penyusun menetapkan pelajaran di SD akan menggunakan tematik integratif dalam setiap pelajaran, dalam artian pelajaran akan didasarkan atas tema-tema yang mengikat dan terintegrasi di beberapa mata pelajaran.
 
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) itu mencontohkan, misalnya di pelajaran Bahasa Indonesia saat guru menjelaskan tema sungai maka akan dijelaskan mengapa sungai mengalir. "Tema sungai mengalir ini masuk mata pelajaran IPA, lalu apakah air ini dapat dipakai untuk berwudhu maka itu masuk ke pelajaran agama?" ujarnya.
 
Selain itu mengenai penambahan jam pelajaran juga akan dilakukan mengingat metode pembelajarannya bergeser dari semula siswa hanya diberi tahu akan sesuatu akan menjadi siswa harus aktif mencari tahu. Sistem penilaian juga akan berubah, yakni system pilihan ganda sudah akan menjadi masa lalu karena pemerintah mementingkan penilaian proses.


“Banyak negara sudah menambah jam pelajarannya seperti Amerika dan Korea. Indonesia termasuk negara dengan jam pelajaran tersingkat. Di Finlandia juga singkat namun mereka ditambah guru pendamping,” tutur M Nuh.
 
Nantinya juga akan ada buku pegangan yang dibuat pemerintah yang akan memuat tema-tema pelajaran apa saja yang dapat diimprovisasi oleh guru. Dengan adanya buku pegangan ini maka siswa tidak memerlukan banyak buku lain. Selain itu mata pelajaran wajib yang akan berlaku ialah Pramuka karena di dalamnya ada nilai kepemimpinan, solidaritas, dan kemandirian.(Neneng Zubaidah/Koran SI/mrg)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar